Konsultan Perizinan Torpana
01:18:48 | Saturday, 23 November 2019
Persyaratan dan ketentuan

pendirian pt

  1. Pengurusan Akte Notaris + SK Kehakiman
  2. Pengurusan Surat Keterangan Domisili Usaha
  3. Pengurusan NPWP Perusahaan
  4. Pengurusan SIUP
  5. Pengurusan TDP
  6. Pengurusan PKP

pendirian cv

  1. Foto copy KTP para pendiri, minimal 2 orang
  2. Foto copy KK penanggung jawab / Direktur
  3. Pas photo penanggung jawab ukuran 3X4 = 2 lbr berwarna
  4. Copy PBB tahun terakhir sesuai domisili perusahaan
  5. Copy Surat Kontrak/Sewa Kantor atau bukti kepemilikan tempat usaha
  6. Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung jika berdomisili di Gedung Perkantoran
  7. Surat Keterangan RT / RW (jika dibutuhkan, untuk perusahaan yang berdomisili di lingkungan perumahan) Khusus luar jakarta
  8. Kantor berada di wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman.

pendirian pma (penanaman modal asing)

  1. Syarat pendirian :
    A. Foto copy Paspor /KTP para pendiri, minimal 2 orang
    B. Foto copy KK / Direktur bila penangung jawab WNI
    C. Foto copy PBB terakhir tempat usaha/kantor, apabila milik sendiri
    D. Foto copy Surat Kontrak, apabila status kantor kontrak
    E. Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung, apabila berada di Gedung
    F. Kantor berada di wilayah Perkantoran/Plaza, atau Ruko, atau tidak berada di wilayah pemukiman.
    G. Pas photo penanggung jawab ukuran 3X4 = 2 lbr berwarna
    H. Siap di survey
    I. Persiapan yang sudah merupakan kesepakatan bersama :

    • Nama PT
    • Kedudukan dan bidang usaha
    • Jumlah Modal Dasar dan Modal setor (dalam US $.)
    • Komposisi Saham
    • Susunan Direksi dan Komisaris

  2. PMA lengkap meluputi :
    a. Surat Persetujuan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)
    b. Akta Notaris
    c. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
    d. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
    e. SK Kehakiman
    f. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

  3. PERUBAHAN NILAI PADA PMA :
    a. Pertambahan nilai Investasi
    b. Pertambahan nilai Proyek dan jangka waktu proyek
    c. pertambahan Karyawan.
    d. dll

siup (Surat Ijin Usaha Perdagangan)

  1. KTP Penanggung Jawab / Direktur
  2. NPWP
  3. Persetujuan dari Atasan bagi Pegawai Negeri
  4. Domisili Perusahaan
  5. Akte Pendirian yang disahkan Menteri Kehakiman dan HM
  6. Bukti Kepemiliki Tempat Usaha
  7. Surat Penunjukkan Kepala Cabang (bagi Perusahaan Cabang)
  8. Pas Foto (3x4) sebanyak 2 (dua) lembar.

iut (ijin usaha tetap)

  1. Foto copy Dokumen Perusahaan satu set.
  2. Foto copy hak atas tanah atau bukti pemilikan tanah atau bukti perjanjian sewa menyewa
  3. Foto copy izin mendirikan bangunan (IMB)
  4. Foto copy Izin Undang-Undang Gangguan (UUG/HO)
  5. Foto copy SP PMDN atau SP PMA
  6. Foto copy Rencana Pengelolaan Lingkungan (RPL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) bagi perusahaan yang kegiatan usahanya wajib Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Dokumen paya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) bagi perusahaan yang kegiatan usahanya tidak wajib AMDAL.
  7. Surat kuasa dari yang berwenang,apabila penandatanganan permohonan bukan direksi.

api (angka pengenal impor)

  1. SYARAT API - U
    • Fotokopi Akte Notaris Pendirian Perusahaan dan perubahannya
    • Nama dan susunan pengurus/direksi perusahaan (asli)
    • Fotokopi surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat atau fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha
    • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/ijin yang setara dari instansi terkait
    • Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan atau perseorangan dan Penanggung Jawab Perusahaan
    • Referensi dari bank devisa
    • Pasfoto berwarna masing-masing Pengurus/Direksi Perusahaan 2 (dua) lembar ukuran 3 X 4
    • Fotokopi Paspor/KTP dari Pengurus/Direksi.

  2. SYARAT API - P
    • Fotokopi Akte Notaris Pendirian Perusahaan dan perubahannya
    • Nama dan susunan pengurus/direksi perusahaan (asli)
    • Fotokopi surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat/fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha
    • Fotokopi izin usaha industri/ijin yang setara dari instansi terkait
    • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan sesuai dengan domisilinya
    • Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    • Referensi dari bank devisa
    • Pasfoto berwarna masing-masing pengurus 2 (dua) lembar ukuran 3 X 4
    • Fotokopi Paspor/KTP dari Pengurus/Direksi.

srp (surat register pabean)

  1. Akte Pendirian/Perobahan, NPWP, SIUP/SP BKPM, SK Kehakiman, TDP, PKP, API-U/P
  2. Domisili Kantor dan atau Pabrik
  3. Sewa menyewa atau PBB Kantor dan atau Pabrik.
  4. Struktur Organisasi Perusahaan
  5. KTP dan NPWP direksi dan komisaris (tercamtum di akte pendirian)
  6. Laporan Keuangan Terakhir
  7. Rekening koran
  8. Chart of Account
  9. General Jurnal, General Ledger dan Subsidiary Legder ( sesuai kondisi pembukuan perusahaan)
  10. Flow Chart, Manual System
  11. Ijazah terakhir Manager Akutansi
  12. LHP dan SKP dan Dirjen Pajak, LHA dan DJBC dan Audit KAP
  13. Contoh 1 (satu) PIB beserta Purchase Order, Invoice, P/L, B/L, serta rangkaian Bukti pembayaran T/T, Bukti Rekening Koran
  14. Jurnal Pembelian, Jurnal Pengengeluaran kas dan buku besarnya
  15. Jurnal Penjualan, Jurnal Penerimaan Kas dan Buku besarnya
  16. Faktur Pajak yang diterima dan dikeluarakan
  17. SK Fasilitas Kepabeanan (bintek, BKPM, DJBC)
  18. Rekapitulasi Import satu tahun.

surat keagenan produk

  1. Foto copy KTP Penanggung Jawab.
  2. Foto copy Akte Pendirian/Perubahan Perusahaan.
  3. Foto copy Domisili Usaha.
  4. Foto copy NPWP.
  5. Foto copy API Umum.
  6. Foto copy SIUP.
  7. Foto copy TDP.
  8. Foto copy SK Kehakiman.
  9. Daftar Isian Permohonan yang mencantumkan nomor HS (Harmonized System) untuk masing-masing jenis barang.
  10. Surat Perjanjian (Agreement) yang dilegalisasi oleh notaris (untuk produksi dalam negeri) dan Notary Public dan Atase Perdagangan/Kantor Perwakilan RI yang ada di negara prinsipal (untuk produksi luar negeri) dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (Surat Asli dilampirkan selama proses).
  11. Leaflet / Brosur / Katalog asli dari negara Prinsipal untuk jenis barang.
  12. Bagi pemohon Perpanjangan,dilengkapi dengan:
    a. Surat Konfirmasi mengenai masa berlaku perjanjian
    b. Laporan kegiatan perusahaan setiap semester
    c. Asli Surat Tanda Pendaftaran (STP) lengkap dengan surat pengantar yang telah habis masa berlakunya

hak paten

  1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
  2. Pemohon wajib melampirkan:
    a. surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa.
    b. surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu
    c. deskripsi, klaim, abstrak: masing-masing rangkap 3 (tiga);
    d. gambar, apabila ada : rangkap 3 (tiga)
    e. bukti prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat), apabila diajukan dengan hak prioritas.
    f. terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris : rangkap 2 (dua)
    g. bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 575.000,- (lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)
  3. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf c dan huruf d ditentukan sebagai berikut:
    a. setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan dan gambar
    b. deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat minimum 80 gram dengan batas sebagai berikut:
    • dari pinggir atas: 2 cm
    • dari pinggir bawah : 2 cm
    • dari pinggir kiri : 2,5 cm
    • dari pinggir kanan : 2 cm

    c. kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar)
    d. setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas dan tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (1)
    e. pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim serta tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (3)
    f. pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm
    g. tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis
    h. gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut:
    • dari pinggir atas : 2,5 cm
    • dari pinggir bawah : 1 cm
    • dari pinggir kiri : 2,5 cm
    • dari pinggir kanan : 1 cm

    i. seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan
    j. setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten satu sama lain.

Hak Pemegang Merek

  1. Permohonan pendaftaran Merek diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
  2. Pemohon wajib melampirkan:
    a. surat pernyataan di atas kertas bermeterai cukup yang ditanda tangani oleh pemohon (bukan kuasanya), yang menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya
    b. surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa
    c. salinan resmi akta pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisasi oleh notaris, apabila pemohon badan hukum
    d. 24 (dua puluh empat) lembar etiket merek (4 lembar dilekatkan pada formulir) yang dicetak diatas kertas
    e. fotokopi kartu tanda penduduk pemohon
    f. bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, apabila permohonan dilakukan dengan hak prioritas

bjw (biro perjalanan wisata)

  1. Foto copy KTP Penanggung Jawab.
  2. Daftar Riwayat Hidup Penanggung Jawab.
  3. Foto copy Akta Notaris Perusahaan.
  4. Foto copy SK Kehakiman.
  5. Foto copy NPWP.
  6. Referensi Bank.
  7. Struktur Organisasi Perusahaan.
  8. Bukti Setor Modal pada Rekening Perusahaan.
  9. Akta Jual Beli atau Akta Perjanjian Sewa Kantor yang Disahkan Notaris.
  10. Denah Ruang dan Denah Lokasi Kantor.
  11. lzin Tempat Usaha dari Pemda DKI.
  12. Keterangan Domisili.
  13. IMB atau IPB Bangunan Kantor.
  14. Daftar Riwayat Hidup Seluruh Karyawan.
  15. Proyek Proposal/Hasil Study Kelayakan.
  16. UUG (Undang-Undang Gangguan).
  17. Lokasi Diharuskan di Daerah Perkantoran.

ijin industri

  1. Foto copy Akte Notaris.
  2. Foto Copy Domisili.
  3. Foto Copy NPWP.
  4. Foto Copy Sertifikat Bangunan.
  5. Foto Copy PBB
  6. Foto copy KTP Penanggung Jawab.
  7. UUG/HO (Undang - Undang Gangguan).
  8. Persetujuan Tetangga.

ijin postel (perangkat telekomunikasi)

  1. Surat permohonan
  2. Copy dokumen akta pendirian perusahaan dan perubahannya jika ada.
  3. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  4. Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  5. Surat Keterangan Terdaftar dari KPP setempat (Departemen Keuangan RI - Direktorat Jenderal Pajak).
  6. Dokumen asli penunjukan dari pabrikan.
  7. Surat pernyataan kesanggupan memberikan garansi serta layanan purna jual di atas materai, kecuali jika alat dan perangkat telekomunikasi tidak untuk diperdagangkan.
  8. Surat pernyataan bahwa sampel uji telah tersedia dan siap untuk diuji.
  9. Dokumen Spesifikasi Teknis dari alat dan perangkat yang akan disertifikasi.
  10. Surat pernyataan di atas materai dari pemohon sertifikat yang menjamin bahwa spesifikasi teknis dan kualitas alat pelanggan (CPE) dan/atau Non CPE adalah sama dengan spesifikasi teknis dan kualitas alat pelanggan (CPE) dan/atau Non CPE yang telah mendapat sertifikat melalui uji pengukuran, dalam hal dilakukan evaluasi dokumen.

uug (undang-undang gangguan)

  1. Lampirkan daftar isian formulir
  2. Foto copy surat izin lokasi ( bagi usaha kawasan)
  3. Foto copy KTP Pemohon
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak Perusahaan
  5. Foto copy Akte PEndirian bagi perusahaan yang berstatus badan hukum
  6. Foto copy Pajak Bumi dan Bangunan terakhir
  7. Foto copy Sertifikat tanah/bukti perolehan tanah
  8. Rencana tata letak instalasi, mesin/peralatan dan perlengkapan bangunan industri yang telah disetujui oleh pimpinan perusahaan ( bagi perusahaan industri ).
  9. Surat Persetujuan tetangga/masyarakat yang berdekatan, diketahui RT/RW, Bagan alir proses produksi dilengkapi dengan daftar buku, bagan penolong dan bagan alir,Pengolahan limbah.
  10. Izin mendirikan Bangunan/Izin Penggunaan Bangunan/Ketetapan Rencana Kota (KRT ).

ijin bpom

  1. Produk Luar Negeri kode ML
    • Copy Surat Penunjukan dari Negara Asal
    • Health Certificate ( Izin Dep kes Setempat/Negera Asal.
    • Hasil Uji Laboratorium
    • Label Berwarna
    • Sample minimum 3 pcs
    • Komposisi dan Specsifikasi
    • Copy SIUP, API-U
  2. Produk Dalam Negeri kode MD
    • SIUP / Izin Prinsip
    • Hasil Uji Laboratorium
    • Label Berwarna / Haka Paten
    • Sample Minimum 3 buah

© 2011
Di dukung oleh
Konsultan Perizinan Torpana Nauli